Jakarta, 4 September 2025 – Generasi Digital Indonesia (GRADASI) secara resmi meluncurkan Program Indonesia Memanggil, sebuah gerakan nasional menjaga ruang-ruang digital Indonesia, yang sedang dilanda berbagai aksi-aksi unjuk rasa di berbagai kota di Indonesia. Program ini diluncurkan sejak 1 September 2025 dalam rapat Pengurus DPP GRADASI.
Program nasional bernama “Jaga Jari untuk Negeri" sebagai wujud nyata kepedulian para penggiat literasi digital dalam melindungi ruang digital dari ancaman disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) serta deepfake. Gerakan ini menjadi respons atas kondisi kebangsaan terkini yang terpengaruh oleh penyebaran konten konten provokatif di media digital.
DPP Generasi digital menegaskan bahwa menjaga ruang digital yang sehat dan aman adalah tanggung jawab bersama. "Tanggung jawab menjaga ruang-ruang digital adalah tugas bersama semua pihak, pemerintah, media, platform digital, dan masyarakat. Kita harus bersatu padu melawan dis-informasi, mis-informasi dan mal-informasi agar Indonesia tidak semakin terperosok jauh ke dalam perpecahan dan kekacauan,” kata Upi Asmaradhana Ketua Umum DPP Generasi Digital Indonesia bersama Sekertaris Jenderal Junaidi.
Upi menyatakan, peluncuran program ini sejalan dengan visi dan misi GRADASI yang sejak lama berfokus pada upaya menjaga ruang-ruang digital agar tetap aman, produktif dan juga bermanfaat. GRADASI sejak beberapa tahun terakhir aktif berkolaborasi dan partisipasi publik dalam literasi digital.
“ Bahwa maraknya konten DFK dan deepfake telah menjadi alat provokasi yang dapat menyebabkan gejolak sosial. Oleh karena itu, GRADASI merasa perlu mengambil peran strategis dengan mengedukasi masyarakat melalui gerakan 'Jaga Jari untuk Negeri'," tutur Upi.
Gerakan ini bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar lebih bijak dan kritis dalam menerima serta menyebarkan informasi.
Oleh sebab itu setelah peluncuran program ini, GRADASI mengajak para pengurus dan relawannya untuk selalu memastikan agar informasi-informasi sampah yang beredar bisa disaring agar tidak meluas, sehingga berujung pada penyebaran aksi kekerasan di Masyarakar.
“Kami menghimbau seluruh anggota GRADASI mewaspadai upaya penyebarluasan provokasi, yang tengah berlangsung saat ini. Mari kita menjaga agar percakapan publik di media sosial tetap konstruktif dalam bingkai demokrasi, “ papar Upi.
TIGA Seruan GRADASI
Untuk menjaga ruang-ruang digital tetap aman, GRADASI mengeluarkan tiga seruan bersama kepada para anggotanyq.
1. Kepada semua pengurus dan anggota GRADASI bersama-sama ikut menjaga ruang digital dengan menerapkan empat pilar literasi digital, yang selama ini kita galakkan. yaitu pilar Digital Skills, Digital Culture , Digital Ethics dan Digital Safety. Pilar-pilar ini berfungsi untuk menciptakan masyarakat yang cakap, beretika, dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital, serta memahami cara berinteraksi dan menjaga diri dari ancaman di ruang siber.
2. Kepada semua pengurus dan anggota GRADASI di seluruh Indonesia ikut menjaga situasi kondusif di ruang-ruang digital dengan cara menjaga kualitas informasi, dan memastikan bahwa penyebaran informasi harus disaring dan diverifikasi terlebih dahulu sebelum disharing ke publik.
3. Pengurus dan anggota GRADASI secara serentak melakukan kampanye Jaga Jari untuk Negeri dengan secara aktif melakukan patroli digital terhadap konten-konten negatif dan memecah belah bangsa. Terhadap berbagai konten negatif selanjutnya dilaporkan ke Posko Digital Jaga Jari untuk Negeri GRADASI yang berfungsi sebagai rumah aman digital bagi para netizen.
Melalui kampanye ini, GRADASI akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukasi, mulai dari publikasi konten visual, webinar, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebenaran informasi sebelum dibagikan.
Sebagai organisasi yang bergerak di 38 provinsi, GRADASI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis semua komponen bangsa dalam mewujudkan ruang digital yang berdaulat, aman, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
GRADASI sendiri adalah organisasi penggerak digital Indonesia yang berdiri sejak 2016 di Jogjakarta. Saat ini jumlah pengurusnya tersebar di 38 Provinsi di Indonesia.
#JagaJariUntukNegeri #JagaJari #SaringSebelumSharing #BijakBermediaSosial #StopHoaks #CekFakta #Indonesia #MediaLiterasi #KritisDigital #DigitalCitizenship #SosialMediaAwareness #KolaborasiMembangunNegeri #Bekerja #Berkarya #Berdaya